Tolong katakan. Apakah aku sudah
menjadi yang terbaik untukmu? Karena jika kau tau, aku selalu ingin menjadi
baik. Untukmu. Aku hanya ingin selalu membuatmu nyaman jika bersama. Selalu
membuatmu merasa rindu jika jarak bagai tembok penghalang. Karena kita sama
sama tau, kita selalu punya masalah tentang rindu bukan? Ya, sama sama tidak
bisa mengatasi. Tak mau hilang, tak mau pergi. Kenyataan yang indah nan aneh kurasa. Bagaimana tidak. Saat kita teramat dekat dalam pandangan, dekat dalam
jangkauan. Saat aku bisa benar benar menyentuhmu. Melihat tawa menyenangkan itu.
Masih saja ada rindu yang dengan senang hati selalu hadir. Menguat. Hingga saat
jarak membentang lagi. Hal bernama rindu ini malah memberontak sejadi-jadinya. Tak
ingin menjauh. Sepertinya rinduku ini tidak bisa jauh-jauh dari rumahnya. Tidak
bisa jauh dari kamu.
Jadi tolong katakan. Apakah aku
sudah jadi yang paling baik untukmu? sungguh. Aku selalu mencoba membuat
senyummu tersimpul. Membuat tawamu mengembang. Kau tau? Aku selalu ingin
bersamamu. Aku ingin kau selalu bahagia, bersamaku. Melihatku. Entah akan
berakhir baik atau buruk usaha ini, tapi setidaknya. Aku melakukan ini karena ingin
melihatmu nyaman karena memiliki aku. Aku ingin menghapus kekurangan ini,
sungguh. Aku akan dengan senang hati melakukannya. Asal senyummu selalu ada,
menyimpul indah seperti biasa. Sungguh.
Aku tau. Setiap individu memiliki
sisi buruk, kekurangan. Selalu bukan? Tapi apa salahnya jika aku ingin menjadi
yang terbaik? Toh segala upaya ini dilakukan buatmu. Aku tidak ingin kau pergi.
Tak ingin kau menghilang. Jangan sampai. Dan kamu tau? Kamu orang kedua yang
ingin aku perjuangkan dan bahagiakan lewat hati. Setelah ibuku tentu. Sungguh aku
tidak ingin matamu bekerja membuat airmata, lantas membiarkannya jatuh. Sia-sia.
Aku tidak ingin sikapku membuatmu tidak nyaman. Apalagi membuat matamu
berlinang. Jangan sampai, aku sungguh berusaha.
Nah sialnya, aku belum bisa
melakukanya. Sampai saat ini. Maaf, aku sungguh minta maaf. Sikapku bebalku
masih membuatmu protes. Kamu tau? Sesuatu yang kecil ini masih aku
perhitungkan. Masih aku catat. Aku ingat penuh. Sudah aku bilang, aku ingin
melihatmu nyaman. Aku tidak ingin ada gangguan kecil dari sikapku membuat tawamu pergi. Tak ingin melihatnya hilang. Dan aku selalu berusaha dengan baik. Berusaha diam,
memperhatikan. Sial. Kenapa sikapku tak kunjung berubah? Tak kunjung membaik?
Iya aku tau. Aku tipe orang keras
kepala. Enggan dinasehati, menolak. Iya aku sungguh ingin merubahnya. Kenapa dihadapanmu
sikap bebalku ini masih terlihat? Aku ingin menjadi tempatmu bercerita. Ingin menerima
segala nasihatmu. Ingin melihatmu tersenyum puas saat nasihatnya di dengar. Tapi
egoku masih sibuk bekerja menghalangi. Aku sungguh menghadapi tembok besar
dalam situasi ini bukan? Haha. Maafkan aku belum bisa menjadi paling baik. Aku
sungguh akan terus berusaha agar kau tetap tinggal. Berusaha agar kita bisa
saling menatap tanpa bosan. Disini. Sungguh maafkan aku....
Malam ini aku mataku tidak bisa
terpejam. Enggan menutup. Bodohnya aku kenapa bisa terkalahkan ego. Terkalahkan
sifat sendiri. Sial. Aku masih belum bisa membuatmu bahagia secara utuh bukan? Aku
ingin sekali melakukannya. Begitu ingin kau menerima apa yang seharusnya
diterima. Kebahagiaan. Aku ingin melihat setiap jengkal raut bahagia itu. Setidaknya aku sudah melakukan apa yang bisa. Menyuruhmu
istirahat. Enggan penyakit itu datang. Biarkan saja aku terjaga sendiri. Ingin sebenarnya
melihatmu tertidur pulas, disini. Di pundakku. Kau senang melakukannya bukan? Begitu
juga aku. Begitu juga dengan aku yang selalu berusaha. Untukmu...
"Work In Progress"
21 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar