Mendaki Pegunungan Jayawijaya
merupakan impian para pendaki gunung dunia. Dengan Medan bebatuan yang terjal
diselimuti salju licin dan hawa dingin yang sangat ekstrim memberikan tantangan
tersendiri bagi mereka yang menyukai kegiatan mountain climbing. Untuk mendaki
satu-satunya gunung bersalju di Indonesia ini, tentu saja selain perlengkapan
mendaki, anda juga memerlukan berbagai peralatan dan perlengkapan yang wajar
digunakan oleh orang-orang yang tinggal di kawasan sekitar kutub utara.
Pendakian Jayawijaya
Pendakian Jayawijaya
Pendakian di mulai dari kota Tembagapura (2500 mdpl), dilanjutkan menggunakan kereta gantung (trem) menuju kawasan Gressberg (3500 mdpl) selama lebih kurang 10 menit. Setelah turun dari trem, Anda bisa menggunakan bus nuju Zebra Wall (3800 mdpl). Dari Zebra Wall inilah awal pendakian menuju flaying camp di danau Biru (3900 mdpl). Di danau Biru Anda bisa mendirikan tenda dan bermalam, ini dilakukan agar tubuh Anda menyesuaikan dengan ketinggian yg berkadar oksigen lebih tipis. Idealnya setiap naik 100 meter, harus bermalam satu malam begitu seterusnya. Hal ini dimaksudkan agar tubuh bisa menyesuaikan dengan kadar oksigen yang semakin menipis di ketinggian.
Base Camp Danau Biru

Dari base camp Danau Biru, Anda akan melanjutkan perjalanan menuju base camp Lembah Danau-Danau (4200 mdpl). Membutuhkan waktu sekitar lima jam, Anda harus melawati track menanjak di Pintu Angin yang merupakan salah satu trek terberat, selain menanjak curam juga tidak mudah berjalan karena krikil dan batu yang mudah lepas. Dinamakan Pintu Angin, karena jalur ini membelah dinding batu raksasa menjulang tinggi di kiri kanan jalur. Sehingga angin masuk dari celah bebatuan ini melewati kami. Pada ketinggian ini, dengan medan yang menanjak curam, suhu dingin yang ekstrim dan tipisnya oksigen, Anda bisa terserang mountain sickness. Bila lelah, istirahat sejenak dan minumlah air putih.
Ekspedisi Jayawijaya
Lembah Danau-Danau merupakan
base camp induk berbagai tim ekspedisi ke Pegunungan Jayawijaya, karena lokasi
yang strategis dan tepat di tengah bila hendak menggapai beberapa puncak di
pegunungan ini seperti puncak Cartenzs Pyramide, puncak Cartenzs Timur, puncak
Sumatri Brojonegoro dan puncak lainnya. Anda bisa mendirikan tenda dan bermalam
di sini.
Dari Lembah Danau-Danau, relanjutnya anda bisa memilih menuju base camp Gletser Puncak Jaya. Track akan semakin sulit karena Anda harus mendaki jalur krikil dan batu yang licin, bila tidak hati-hati bisa tergelincir dan terjun bebas ke jurang. Di sini Anda akan menemukan hamparan salju putih bersih. Es yang selama ini hanya bisa dilihat di kulkas, kali ini akanterpampang dihadapan Anda, menggunung.
Dari Lembah Danau-Danau, relanjutnya anda bisa memilih menuju base camp Gletser Puncak Jaya. Track akan semakin sulit karena Anda harus mendaki jalur krikil dan batu yang licin, bila tidak hati-hati bisa tergelincir dan terjun bebas ke jurang. Di sini Anda akan menemukan hamparan salju putih bersih. Es yang selama ini hanya bisa dilihat di kulkas, kali ini akanterpampang dihadapan Anda, menggunung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar